Kamis, 04 Juli 2013

Festival Dragon Kite, Daya Tarik Wisatawan Di Pantai Parangkusumo

Festival Dragon Kite atau layangan naga yang baru-baru ini diadakan di Pantai Parangkusumo, Desa Parangtritis, Bantul sukses dengan sekitar 50 klub sebagai pesertanya. Tiga klub datang dari Thailand, Swedia dan Malaysia. Dan lainnya dari wilayah pesisir berbagai provinsi.

Festival Dragon Kite yang ada di pantai Parangkusumo ini dilaksanakan selama tiga hari. Layangan yang digunakan berbentuk kepala naga yang dihiasi dengan beragam bentuk dengan panjang 50 hingga 150 meter. Endang Ernawati yang menjadi ketua Museum Layang-Layang Di Indonesia memaparkan akan menjadikan acara ini setiap tahunnya di tempat yang sama.


Pantai ini merupakan tempat yang tepat untuk bermain layang-layang. Dengan kecepatan angin yang sangat cocok dengan permainan ini. Dengan wilayah yang luas dan struktur pasir yang halus seperti padang pasir, menjadikannyab semakin cocok menjadi tempat bermain layangan.

Sebanyak 29 peserta dalam festival ini berhasil memecahkan rekor dunia dalam bermain layang-layang terbanyak yang diperoleh saat hari teranghir permainan. Hal ini merupakan prestasi baru di Museum Record Indonesia. Dengan prestasi ini, Museum Layang-Layang akan berencana mendirikan bangunan sebagai cabang di daerah pantai ini.

Salah satu peserta dari Surabaya, mengatakan bahwa sejak 2008 lalu, pada bulan Juni hingga September banyak terdapat kompetisi layang-layang di pantai Parangkusumo. Timnya juga hanya membutuhkan dua bulan dalam merancang layangan naga dengan panjang ekor 70 meter.


Layangan naga yang digunakan untuk Festival Dragon Kite ini biasanya sangat memerlukan ketelitian dalam menjadikan dan membentuknya apalagi dengan ukuran lebar dan jarak ikatan tali harus pas, karena dapat menjadikan layangan tidak dapat naik. Biaya pembuatannya sekitar Rp 2,5 juta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar